Home Siaran Pers WNA Mesir Jadi Korban Jambret , CCTV dan Saksi Diharapkan Bantu Polisi Buru Pelaku

WNA Mesir Jadi Korban Jambret , CCTV dan Saksi Diharapkan Bantu Polisi Buru Pelaku

28
0
SHARE
WNA Mesir Jadi Korban Jambret , CCTV dan Saksi Diharapkan Bantu Polisi Buru Pelaku

Jakarta - Aksi dugaan penjambretan disertai kekerasan kembali menjadi perhatian di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Kali ini, seorang mahasiswa warga negara Mesir berinisial N (31) menjadi korban saat melintas di Jalan Tenggiri, Minggu (13/9/2026) petang.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.15–18.30 WIB. Korban diduga dipukul pada bagian kepala oleh pelaku hingga helm yang dikenakannya terlepas. Dalam kejadian itu, sebuah telepon genggam iPhone 16 milik korban berhasil dibawa kabur pelaku.


Kasus tersebut kini tengah diupayakan untuk dilaporkan kepada pihak berwenang. Pihak yang mendampingi korban berharap kepolisian dapat segera melakukan penelusuran terhadap pelaku dengan memanfaatkan berbagai bukti yang tersedia, khususnya rekaman CCTV di sekitar lokasi.


Bukan Sekadar Kehilangan Ponsel


Kasus ini dinilai perlu mendapat perhatian karena dugaan tindak pidana yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan hilangnya barang milik korban, tetapi juga adanya kekerasan yang diduga dilakukan pelaku.


Pihak pendamping korban berharap aparat dapat segera mengidentifikasi pelaku dan mengungkap kronologi secara menyeluruh.


Penanganan yang cepat juga dinilai penting untuk memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut, termasuk warga negara asing yang tinggal maupun menempuh pendidikan di Jakarta.


Mahasiswa Asing Sebelumnya Juga Mengalami Kejadian Serupa


Kekhawatiran mengenai keamanan kawasan semakin muncul setelah terdapat informasi mengenai seorang mahasiswa berkewarganegaraan Malaysia yang berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan disebut mengalami kejadian serupa sekitar dua pekan sebelumnya di kawasan yang berdekatan.


Dalam kejadian tersebut, telepon genggam korban sempat terlacak hingga kawasan Penggilingan. Namun, korban tidak melanjutkan penelusuran secara langsung karena mempertimbangkan keselamatan setelah mengetahui lokasi perangkat berada di kawasan yang dianggap berisiko.


Sejumlah warga sekitar juga menyampaikan adanya pengalaman maupun informasi mengenai dugaan penjambretan dan perampasan di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.


Meski demikian, informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa seluruh kejadian memiliki keterkaitan atau dilakukan oleh pelaku yang sama. Hal tersebut sepenuhnya masih memerlukan pendalaman dan penyelidikan kepolisian.


CCTV Menjadi Kunci Pengungkapan


Untuk membantu proses penyelidikan, masyarakat yang berada di sekitar Jalan Tenggiri pada waktu kejadian diharapkan dapat memberikan informasi apabila memiliki rekaman atau melihat aktivitas mencurigakan.


Rekaman yang dapat membantu antara lain:
CCTV rumah dan lingkungan;
CCTV toko atau tempat usaha;
dashcam kendaraan;
rekaman kamera lainnya; serta
keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi.


Masyarakat yang memiliki informasi diimbau untuk menyerahkannya kepada kepolisian dan tidak menyebarkan rekaman maupun identitas korban di media sosial. Selain menjaga privasi korban, langkah tersebut diperlukan agar informasi yang beredar tidak mengganggu proses penyelidikan.


Kasus yang menimpa mahasiswa asal Mesir ini diharapkan segera mendapat titik terang. Polisi diharapkan dapat mengungkap identitas pelaku, melakukan penangkapan, serta memproses perkara sesuai hukum yang berlaku.


DATA KEJADIAN
Lokasi: Jalan Tenggiri, Pulo Gadung, Jakarta Timur
Hari/Tanggal: Minggu, 13 September 2026
Waktu: Sekitar pukul 18.15–18.30 WIB
Korban: N (31), WNA Mesir, mahasiswa
Barang yang hilang: iPhone 16
Dugaan: Penjambretan disertai kekerasan