
Keterangan Gambar : Ketum PB Al Washliyah DR. KH. Masyhuril Khamis SH., MM (duduk 4 dari kiri) foto bersama usai mengumumkan susunan pengurus baru periode 2026-2031 (foto pb)
Setelah terpilih menjadi Ketua Umum pada Mukhtamar Al Washliyah XXIII di Asrama Haji Jakarta Timur 10 Agustus lalu, KH. Masyhuril Khamis mengumumkan secara resmi susunan pengurus baru periode 2026-2031
JAKARTA, pjminews.com- — Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah terpilih DR KH Masyhuril Khamis SH., MM., mengumumkan susunan kepengurusan organisasi untuk periode 2026-2031. Pengumuman tersebut disampaikan di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2026).
Kepengurusan periode lima tahun ke depan terdiri atas Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah, Dewan Fatwa, dan Dewan Pertimbangan. Susunan tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan program organisasi sekaligus memberikan energi baru bagi perjalanan Al Jam’iyatul Washliyah.Masyhuril Khamis mengatakan, sebagian besar pengurus periode 2026-2031 merupakan pengurus sebelumnya. Namun, terdapat sejumlah nama baru yang diharapkan dapat memberikan kekuatan dan energi baru dalam menjalankan roda organisasi.
“Pengurus ini sebagian besar pengurus yang lama, ada pertambahan yang baru untuk lebih memberi energi baru,” kata Masyhuril, kepada Media.
Menurut dia, komposisi kepengurusan disusun dengan latar belakang yang cukup beragam. Di dalamnya terdapat unsur pengusaha, akademisi, politisi, birokrat, hingga ulama dengan rentang usia sekitar 40 hingga 65 tahun.
Keragaman tersebut, kata Masyhuril, diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperluas kontribusi Al Jam’iyatul Washliyah di tengah masyarakat.
“Kepengurusan ini mewakili Sumatera, Betawi, Banten, Jawa, Kalimantan hingga Maluku,” ujarnya.
Dalam struktur Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Masyhuril Khamis didampingi dua wakil ketua, yakni Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, ST., MT., dan Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., SH., MSP., MH., CIRB., CWC. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., MA.
Untuk Dewan Fatwa, posisi ketua dipercayakan kepada Prof. Dr. H. M. Jamil, MA. Ia didampingi Dr. H. Muhammad Nasir, Lc., MA., sebagai Wakil Ketua. Adapun posisi sekretaris dipegang Dr. Imam Yazid, MA.
Sedangkan Dewan Pertimbangan dipimpin Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL., sebagai ketua. Posisi wakil ketua dipercayakan kepada Dr. H. Abdul Mun’im Ritonga, SH., MH., sementara sekretaris dijabat Prof. Dr. H. Bambang Irawan, M.Ag.
Masyuril menambahkan, struktur kepengurusan yang diumumkan tersebut belum merupakan keseluruhan perangkat organisasi. Ke depan, kepengurusan akan dilengkapi dengan enam majelis dan 17 lembaga.
“Insya Allah kepengurusan ini akan dilengkapi dengan enam majelis dan 17 lembaga,” katanya.
Ia menegaskan, nama-nama yang belum masuk dalam struktur Pengurus Besar tidak berarti tidak mendapat ruang dalam kepengurusan organisasi. Mereka akan diakomodasi melalui berbagai majelis dan lembaga yang akan dibentuk.
“Nama-nama yang belum masuk di kepengurusan ini akan diakomodir pada pengurus majelis dan lembaga,” ujar Masyuril.
Dengan komposisi yang memadukan pengurus lama dan sejumlah wajah baru, Al Jam’iyatul Washliyah berharap kepengurusan periode 2026-2031 dapat menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menghadirkan pembaruan. Keterwakilan berbagai daerah dan latar belakang profesi juga diharapkan memperkuat peran organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.***(pjmi/aboe









LEAVE A REPLY