Home Edukasi Wisuda UMN Al Washliyah ke-58, Rumah Ilmu bagi Semua

Wisuda UMN Al Washliyah ke-58, Rumah Ilmu bagi Semua

Empat Wisudawan Biarawati

29
0
SHARE
Wisuda UMN Al Washliyah ke-58, Rumah Ilmu bagi Semua

MEDAN, pjminews.com-Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah menggelar Wisuda Sarjana, Profesi, dan Magister Angkatan ke-LVIII di Medan, Sabtu (31/10/2026). Di antara 983 wisudawan terdapat empat biarawati serta lulusan dari beragam latar belakang agama. Pemandangan ini menegaskan bahwa kampus milik ormas Islam tersebut terbuka bagi seluruh anak bangsa.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat Florince Elprida Simamora melangkah ke depan Rektor untuk prosesi pemindahan tali toga. Putri Maidun Simamora dan Ibu Sondang Sihite ini menamatkan studi di Program Studi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan meraih IPK 3,74.

Florince adalah satu dari empat biarawati yang diwisuda pada angkatan ini. Di ruang wisuda, para biarawati lain yang berjubah putih tampak duduk berbaur dengan para orang tua dan pendamping wisudawan. Ada ibu-ibu berhijab, bapak-bapak berpeci dan berbaju batik, semuanya menyaksikan prosesi yang sama di ruang proses wisuda.

Selain para biarawati, wisudawan angkatan ini juga berasal dari beragam agama dan suku. Mereka menempuh kuliah, mengikuti perkuliahan, dan lulus dengan hak dan kewajiban yang sama dengan rekan-rekannya.

983 lulusan dari delapan unit

Wakil Rektor I UMN Al Washliyah, Prof. Dr. Anwar Sadat Harahap, S.Ag., M.Hum., dalam laporannya menyebutkan bahwa kampus mewisuda 983 lulusan pada angkatan ini, dengan rincian sebagai berikut.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 430 orang, hampir separuh dari seluruh wisudawan. Rumpun farmasi menyusul di posisi berikutnya: Fakultas Farmasi meluluskan 78 sarjana, sementara Program Pendidikan Profesi Apoteker mengukuhkan 118 apoteker baru.

Fakultas Hukum mewisuda 113 orang, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 96 orang. Fakultas Pertanian dan Fakultas Sastra masing-masing meluluskan 15 dan 12 orang.

Dari jenjang magister, Program Pascasarjana mewisuda 121 lulusan. Mereka berasal dari Prodi Bahasa Indonesia sebanyak 70 orang, Prodi Hukum 17 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 19 orang, dan Prodi Pendidikan Matematika 15 orang.

Tiga pesan Rektor

Rektor UMN Al Washliyah, Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Si., dalam sambutannya mengingatkan bahwa para wisudawan akan memasuki dunia yang penuh tantangan. Persaingan kerja kian ketat, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga global. Di saat yang sama, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan otomatisasi, mengubah cara orang bekerja dan menuntut keterampilan baru yang terus diperbarui.

Untuk menghadapi kenyataan itu, Rektor menitipkan tiga pesan kepada para lulusan:

  1. Terus belajar. Gelar yang diraih hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses belajar yang sesungguhnya. Karena itu, lulusan tidak boleh berhenti mengembangkan diri.
  2. Jadilah pribadi yang adaptif dan inovatif. Kemampuan menyesuaikan diri dan menghadirkan gagasan baru menjadi bekal utama di tengah perubahan yang cepat.
  3. Pegang teguh integritas. Integritaslah yang membuat seseorang dipercaya dan dihormati.

Rektor juga memaparkan sejumlah capaian kampus sepanjang April hingga Oktober 2026. Dosen UMN Al Washliyah, Prof. Nelvitia Purba, memperoleh hibah riset internasional dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dari kalangan mahasiswa, tim mahasiswi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis meraih Gold Award pada 2nd Global Accounting Innovation Showcase (GAIS) 2026. Tim tersebut beranggotakan Hayyatu Syifa Irawan, Filza Syafitri Pulungan, Hasnil Aidah, dan Sasya Triamanda Barimbing.

Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pengurus Besar Al Washliyah, Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara, LLDIKTI Wilayah I, Senat Universitas, seluruh sivitas akademika, dan semua pihak yang telah bahu-membahu membesarkan UMN Al Washliyah.

Sejajar 

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sumatera Utara, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., menilai banyak prestasi yang ditorehkan UMN Al Washliyah di bawah kepemimpinan Rektor saat ini. Di antaranya bertambahnya program studi doktor (S3), bertambahnya jumlah guru besar, serta diraihnya akreditasi Unggul. Ia mengaku bangga karena UMN Al Washliyah kini sejajar dengan perguruan tinggi yang berprestasi di tingkat internasional.

Kepada para wisudawan, ia berpesan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Wisuda justru menjadi awal untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. H. Saiful Anwar Matondang, Ph.D., dalam sambutannya mendoakan agar UMN Al Washliyah semakin maju dan jaya.

Pesan Pengurus Besar Al Washliyah

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, M.A., menyampaikan kebanggaan Al Washliyah karena UMN kini setara dengan universitas-universitas lain dan telah menjadi universitas unggul. Menurutnya, tugas perguruan tinggi adalah melahirkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, lulusan perlu membangun jejaring dan menjalin komunikasi yang baik.

Ia juga mengajak dosen dan alumni untuk menjadi penyampai informasi yang menyejukkan di tengah derasnya arus teknologi informasi. Informasi yang benar dan santun, katanya, dapat merekatkan umat dan mencegah perpecahan bangsa.

Syaifuddin juga menyampaikan pesan Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M, yang mengucapkan terima kasih kepada Rektor, para dosen, dan seluruh sivitas akademika yang dengan tekun telah mendidik mahasiswa UMN Al Washliyah hingga mengantarkan mereka ke hari bahagia ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menimba ilmu di UMN Al Washliyah.

Ia mengajak seluruh hadirin bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat ini. Ia pun mendoakan agar para ulama pendiri Al Washliyah, yang telah meletakkan dasar perjuangan pendidikan ini, senantiasa dimuliakan Allah dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh di surga-Nya.

Wisuda turut dihadiri Anggota DPD RI sekaligus Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.SP., M.H., CIRB, CWC; Bendahara Umum PB Al Washliyah, Drs. H. Rizal Naibaho, M.M.; dan Ketua Bidang Pendidikan PB Al Washliyah, Dr. H. Nirwan Syafrin Manurung, M.A.

Hadir pula Rektor Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah (IBTA) Sibolga/Tapanuli Tengah, Dr. Mansur Tanjung, S.E., M.M.; Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Prof. Dr. H. Saiful Akhyar Lubis, M.A.; serta para tamu undangan lainnya.

Keterbukaan 

Keberagaman di UMN Al Washliyah bukan hal baru. Arsip pers dan terbitan berbahasa Belanda dari era 1930-an menunjukkan bahwa Al Jam'iyatul Washliyah sejak awal tumbuh di tengah masyarakat yang majemuk dan berinteraksi baik dengan berbagai golongan.

Al Washliyah didirikan pada 1930 oleh para pelajar madrasah yang diasuh Syekh Muhammad Yunus di Medan. Ikhtisar pers pribumi yang disusun pemerintah Hindia Belanda (31 Oktober 1936) mencatat, enam tahun kemudian organisasi ini sudah memiliki 33 cabang, sekitar 50 sekolah, dan kurang lebih 5.000 murid, 1.500 di antaranya perempuan.

Sejak 1933, Al Washliyah aktif berdakwah dan membuka sekolah di Tanah Batak, terutama di Porsea.  Tijdschrift voor Zendingswetenschap (1938–1939), mencatat bahwa sekolah di Porsea berada di bawah pengelolaan Al Washliyah Medan. Laporan yang sama menyebut sebuah sekolah umum di Tamboenan, yang juga memberikan pelajaran agama, terbuka pula bagi anak-anak Kristen. Berita serupa dimuat De Indische Courant (20 Februari 1939) yang mengutip harian Sinar Deli.

Kehadiran Al Washliyah di tengah masyarakat yang beragam juga terekam dalam acara keagamaan. Saat utusan Pengurus Besar Al Washliyah, H. Abdul Kadir, berpidato pada peresmian sebuah masjid di Tapanuli pada 1936, laporan pers mencatat masyarakat dari kalangan agama Kristen turut hadir.

Al Washliyah juga dikenal sebagai perekat antargolongan. Pada 1936, pers Islam mengusulkan dewan ulama bersama yang berfungsi sebagai "biro perdamaian", dan Al Washliyah disebut di dalamnya bersama Muhammadiyah, Persis, NU, dan Persyarikatan Ulama. Pada 1939, Ketua Al Washliyah H. Abdurrahman Sjihab ikut dalam pertemuan di Medan yang menjembatani kalangan ulama dan kaum terpelajar berpendidikan Barat.

Semangat melayani sesama itu berlanjut setelah kemerdekaan. Het Nieuwsblad voor Sumatra (13 Januari 1954) mencatat, dari 12 panti sosial swasta terdaftar di Sumatera Utara, empat dikelola Al Washliyah, jumlah terbanyak saat itu.

Wisuda hari ini, dengan lulusan dari beragam agama di dalamnya, menyambung jejak panjang tersebut: pendidikan Al Washliyah hadir untuk mencerdaskan seluruh anak bangsa.***(pjmi/sp)

Video Terkait: