Home Khazanah Islam Ina Gustanto Pimpin PD Al Washliyah Pemalang Periode 2026–2031

Ina Gustanto Pimpin PD Al Washliyah Pemalang Periode 2026–2031

Semua pengurus putera daerah

100
0
SHARE
Ina Gustanto Pimpin PD Al Washliyah Pemalang Periode 2026–2031

Keterangan Gambar : Suasana pertemuan perdana PD Al Washliyah Kabupaten Pemalang setelah dilantik (foto pd)

PEMALANG, pjminews.com –Babak baru perjuangan organisasi keagamaan  Jam’iyatul Al Washliyah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dimulai, dengan dikukuhkannya Ina Gustanto SE sebagai Ketua PD periode 2026–2031.

Sebagai tindak lanjut setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) kepengurusan, jajaran pengurus PD Al Washliyah Kabupaten Pemalang menggelar pertemuan pada Minggu, 25 Oktober 2026. Pertemuan menjadi langkah awal konsolidasi untuk mempersiapkan pergerakan dan pengembangan organisasi di daerah itu.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan mengedepankan silaturahmi, kebersamaan, dan semangat pengabdian.

Ketua PD Al Washliyah Kabupaten Pemalang Ina Gustanto mengatakan, dengan terbentuknya kepengurusan daerah, pihaknya dapat mulai memperkenalkan kiprah dan programnya kepada masyarakat. Kehadiran pengurus lokal juga membuka ruang bagi organisasi untuk membangun jaringan, memperkuat hubungan kemasyarakatan, serta mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhan daerah.

"Konsolidasi ini menjadi bagian awal untuk menyatukan langkah para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi," ujar Gustanto.

Ina Gustanto SE Ketua PD Al Washliyah Pemalang periode 2026–2031

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., M.A., menilai pengukuhan pengurus yang seluruh personelnya berasal dari putra daerah menjadi modal penting untuk memperkenalkan organisasi, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mengembangkan kegiatan dakwah dan sosial di wilayah tersebut.

“Pengukuhan  pengurus daerah di Pemalang menjadi potensi tersendiri dalam pengembangan Al Washliyah di luar Sumatera, terutama di Pulau Jawa. Dengan pengurus yang merupakan penduduk asli setempat, peluang untuk menarik simpati dan empati masyarakat akan lebih terbuka,” ujar Saifuddin.

Menurutnya penerimaan masyarakat terhadap organisasi dapat tumbuh melalui kedekatan sosial, pemahaman terhadap karakter daerah, serta keterlibatan langsung para pengurus dalam kehidupan masyarakat.

“Al Washliyah akan lebih mudah diterima di suatu tempat apabila para pengurusnya berasal dari masyarakat lokal. Mereka memahami lingkungan, budaya, dan karakter masyarakat setempat sehingga dapat menjadi jembatan bagi pengembangan organisasi,” katanya.***(pjmi/IL)