Home Khazanah Islam Jelang Muktamar 23 Al Washliyah: Delegasi Sultra Berangkat Naik Kapal Laut

Jelang Muktamar 23 Al Washliyah: Delegasi Sultra Berangkat Naik Kapal Laut

Nilai kepemimpinan Masyhuril Khamis membawa kemajuan yang signifikan

37
0
SHARE
Jelang Muktamar 23 Al Washliyah: Delegasi Sultra Berangkat Naik Kapal Laut

Jakarta, parahyangan-post.com-Ketua PW Al Washliyah Sulawesi Tenggara, Arulan Bao Rahmani, S.P., M.M., secara resmi menyerahkan mandat peserta Muktamar Al Washliyah kepada panitia pusat sebagai bentuk kesiapan kontingen Sulawesi Tenggara mengikuti Muktamar yang akan digelar pada 7–10 Juli 2026.

Arulan menjelaskan, rombongan dari Sulawesi Tenggara terdiri atas unsur Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), serta Muslimat Al Washliyah. Total peserta yang diberangkatkan berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara dengan menggunakan transportasi udara dan laut.

Adapun rincian peserta yang mengikuti Muktamar, yakni empat orang dari PW Al Washliyah Sultra, 34 orang dari 17 Pengurus Daerah Al Washliyah se-Sulawesi Tenggara (masing-masing dua orang per daerah), serta 16 orang dari Muslimat Al Washliyah.

Usai menyerahkan mandat kepada panitia pusat, Arulan mendapat kesempatan memberikan tanggapan kepada sejumlah wartawan di Jakarta mengenai dinamika pemilihan Ketua Umum PB Al Washliyah dalam Muktamar mendatang.

Menurutnya, secara prinsip PW Al Washliyah Sulawesi Tenggara akan mengikuti seluruh mekanisme dan keputusan yang ditetapkan dalam forum Muktamar. Ia menegaskan bahwa sikap organisasi tetap mengedepankan hasil musyawarah dan aspirasi peserta.

“Pada prinsipnya kami mengikuti keputusan forum Muktamar. Namun dari berbagai komunikasi yang berkembang, terdapat kecenderungan dukungan agar Ketua Umum PB Al Washliyah saat ini dapat melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua. Meski demikian, PW Al Washliyah Sultra tetap menghormati aspirasi seluruh Pengurus Daerah se-Sulawesi Tenggara serta keputusan forum Muktamar,” ujarnya.

Arulan menilai, apabila Ketua Umum PB Al Washliyah saat ini, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.H., M.M., kembali dicalonkan, hal tersebut tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Ia menilai kepemimpinan Masyhuril Khamis telah membawa kemajuan yang signifikan bagi perkembangan Al Washliyah secara nasional. Salah satu indikatornya adalah terbentuknya kepengurusan Al Washliyah di seluruh 38 provinsi di Indonesia, bahkan hingga memiliki perwakilan di luar negeri.

Arulan juga mengenang perjalanan Al Washliyah sejak masa kepemimpinan H. Ajidin, yang dinilainya berhasil mengambil langkah strategis dengan memindahkan kantor pusat PB Al Washliyah dari Medan ke Jakarta. Menurutnya, kebijakan tersebut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal organisasi Al Washliyah.

Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. KH. Abdul Somad, Lc., M.A. (UAS) sebagai salah satu kader Al Washliyah yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperkenalkan organisasi kepada masyarakat luas melalui dakwah dan kiprahnya di tingkat nasional.

Menjelang Muktamar, Arulan juga menyebut sejumlah tokoh yang dinilainya memiliki kapasitas dan potensi memimpin PB Al Washliyah pada masa mendatang. Di antaranya Prof. Dr. KH. Abdul Somad, Lc., M.A., Dr. H. Doli Kurnia Tanjung, S.Si., M.T., Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.S.P., M.H., CIRB, CWC, serta Dr. H. Amran Arifin, M.M., M.B.A.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh keputusan tetap berada di tangan peserta Muktamar melalui mekanisme organisasi yang demokratis dan sesuai konstitusi Al Washliyah.

“Kami berharap Muktamar nanti berlangsung lancar, demokratis, penuh persaudaraan, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Al Washliyah serta umat,” tutup Arulan.***(pjmi/pb/sipers)