Home Nasional DDII Kota Bogor Adakan Silaturahmi dan Halalbihalal Pasca Idul Fitri 1447 H

DDII Kota Bogor Adakan Silaturahmi dan Halalbihalal Pasca Idul Fitri 1447 H

88
0
SHARE
DDII Kota Bogor Adakan Silaturahmi dan Halalbihalal Pasca Idul Fitri 1447 H

Keterangan Gambar : Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor menyelenggarakan silaturahmi sekaligus halalbihalal pasca Idulfitri 1447 Hijriah di Pondok Anhaarul Huffaadz, Perumahan Billabong, Kabupaten Bogor, Jumat (3/4/2026).

BOGOR II PJMINews.com - Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor menyelenggarakan silaturahmi sekaligus halalbihalal pasca Idulfitri 1447 Hijriah di Pondok Anhaarul Huffaadz, Perumahan Billabong, Kabupaten Bogor, Jumat (3/4/2026).

Ketua DDII Kota Bogor, Ustaz Abdul Khalim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tahun ini memiliki suasana yang berbeda karena digelar di lokasi baru dengan lingkungan yang asri.

“Silaturahmi tahun ini ada suasana baru di tempat yang bagus dan pemandangannya indah di Anhaarul Huffaadz,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tanggal 3 April merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut di tahun 1950, Mohammad Natsir, yang juga pendiri Dewan Dakwah, mengajukan Mosi Integral di parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS) yang kemudian menyatukan kembali negara-negara bagian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Abdul Khalim, awalnya DDII Bogor merencanakan kegiatan bertajuk “Kemah Mosi Integral” dengan melibatkan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) dan seluruh pengurus. Namun, karena masih dalam suasana Syawal dan keterbatasan persiapan, kegiatan tersebut diganti dengan silaturahmi sederhana bersama keluarga besar Dewan Dakwah Bogor Raya.

Ke depan, DDII Kota Bogor juga berencana menambah program kegiatan, di antaranya menghadirkan sesi berbagi ilmu (sharing session) dalam setiap rapat pekanan pengurus. Selain itu, dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan pengurus baru seiring berakhirnya masa khidmat kepengurusan saat ini.

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua DDII Jawa Barat, Ustaz Roinul Balad. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk kembali berkunjung ke Anharul Huffadz dalam rangka silaturahmi sekaligus rapat kerja.

Ia juga mengundang jajaran pengurus DDII Bogor untuk menghadiri peluncuran buku karya ayahandanya, KH Muhammad Daud Gunawan, yang akan digelar dalam waktu dekat di Bandung.

Acara tausiyah disampaikan Kepala Biro Perpustakaan DDII, Ustaz Hadi Nur Ramadhan yang menjelaskan sejarah berdirinya Dewan Dakwah yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh besar umat Islam.

Selain Mohammad Natsir, ia menyebut nama-nama seperti KH Taufiqurrahman dan Prof. Rasjidi sebagai bagian dari para pendiri yang memiliki semangat perjuangan (mujahid).

Ia menekankan pesan penting dari Mohammad Natsir kepada para kader Dewan Dakwah, yakni pentingnya menguasai ilmu agama (tafaquh fiddin) sekaligus memahami kondisi sosial dan geopolitik (tafaquh finnas).

“Seorang dai tidak hanya memahami agama, tetapi juga harus peka terhadap kondisi umat dan perkembangan dunia,” ujarnya.

Ia juga menilai Bogor memiliki posisi istimewa dalam sejarah dakwah di Indonesia, karena banyak tokoh besar Dewan Dakwah berasal dari wilayah tersebut, seperti KH Didin Hafidhuddin, Prof. AM Saefuddin, Abdul Qadir Jailani, Hardi Arifin dan lainnya. 

Selain itu, sejumlah lembaga penting juga lahir di Bogor, seperti Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Pondok Pesantren Darul Falah, Tarbiyatun Nisa, hingga Universitas Ibn Khaldun (UIKA).

Karena itu, ia mengusulkan agar ke depan dibangun museum sejarah keislaman di Bogor, khususnya yang berkaitan dengan Masyumi dan Dewan Dakwah.

Acara ditutup oleh Pembina Dewan Dakwah, KH Muhammad Abbas Aula, yang memanjatkan doa untuk kebaikan agama, bangsa, dan negara, serta bagi para pejuang Islam di seluruh dunia, khususnya di Palestina.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan aula anjungan dan rumah asatidz Pondok Anhaarul Huffaadz. Peletakan batu pertama dilakukan oleh KH Muhammad Abbas Aula bersama Ustaz Abdul Khalim dan Ustaz Istikhori.

Ketua Yayasan Anhaarul Huffaadz Ustaz Istikhori, menjelaskan bahwa pondok yang berdiri sejak 2021 itu telah aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keislaman, seperti majelis ilmu dan pusat kajian dari berbagai kelompok dakwah.

“Tempat ini digunakan untuk pembinaan umat. Mudah-mudahan ke depan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Yayasan Anhaarul Huffaadz KH Ahmadi Usman dan Dr Hendri Tanjung, serta keluarga besar Dewan Dakwah Bogor Raya. []