
Keterangan Gambar : Peluncuran buku dilakukan di akhir rangkaian Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 “Zakat Menguatkan Indonesia” di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). (sumber foto : Humas Baznas/pjminews)
JAKARTA II PJMINews.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan buku 25 Tahun BAZNAS yang merekam perjalanan pengelolaan zakat nasional sejak berdiri hingga saat ini. Peluncuran buku dilakukan di akhir rangkaian Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 “Zakat Menguatkan Indonesia” di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Buku tersebut memuat catatan transformasi kelembagaan BAZNAS, mulai dari penguatan tata kelola, perluasan jangkauan program, hingga peran zakat dalam penanganan kemiskinan dan kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia.
Peluncuran buku dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. sebagai penanda 25 tahun kiprah BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nasional.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, buku 25 Tahun BAZNAS yang merekam perjalanan dan kerja-kerja zakat untuk umat ini kami luncurkan,” ujar Kiai Noor Achmad.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor Achmad menyampaikan refleksi atas kerja-kerja pengelolaan zakat yang selama ini dijalankan. Menurut dia, pengabdian di BAZNAS memberi ruang untuk menghimpun sekaligus menyalurkan kebaikan secara nyata kepada masyarakat.
“Di BAZNAS, kami bisa mengumpulkan dan memberi. Apa yang kami lakukan berisi kebaikan-kebaikan, dan kami meyakini semua itu bersumber dari kebaikan Allah,” katanya.
Selain refleksi perjalanan, Kiai Noor Achmad memaparkan capaian BAZNAS dalam penanganan kebencanaan, khususnya di wilayah Sumatra. Ia menjelaskan, BAZNAS menjalankan respons bencana secara bertahap, mulai dari tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi.
Di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, BAZNAS mengoperasikan pos tanggap darurat, dapur umum, serta layanan kesehatan. Pada fase tersebut, BAZNAS mengelola 57 pos utama dan 117 pos skala kecil di berbagai titik terdampak. Dari kegiatan tersebut, lebih dari 3 juta porsi makanan telah disalurkan kepada masyarakat selama masa tanggap darurat.
Pada tahap pemulihan, BAZNAS menjalankan sejumlah program, antara lain Kembali ke Sekolah dengan penyaluran sekitar 30.000 seragam sekolah bagi anak-anak terdampak bencana. Selain itu, melalui Program Kembali ke Kerja, BAZNAS memberikan bantuan modal usaha bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, termasuk melalui skema BAZNAS Microfinance dan Zakat Community Development (ZCD), serta bekerja sama dengan Kementerian UMKM.
Dalam bidang perumahan dan sarana ibadah, BAZNAS menginisiasi Program Kembali ke Rumah dan Kembali ke Masjid atau Musala. Saat ini, BAZNAS memprogramkan pembangunan sekitar 360 unit rumah di tiga provinsi, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Program pemulihan masjid dan musala juga dilakukan di wilayah-wilayah terdampak, termasuk di lingkungan pesantren yang mengalami kerusakan berat akibat bencana.
Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan simbolik pada papan peluncuran oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM., serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D., beserta jajaran BAZNAS RI lainnya. (rd/pp)



444.png)





LEAVE A REPLY