Jakarta - Rangkaian 5th Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 berlangsung meriah di Symphony of The Sea, Ancol, Jakarta. Festival yang diselenggarakan Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia) tersebut mempertemukan peserta, seniman, komunitas budaya, serta generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.
Mengusung semangat keberagaman dan persahabatan melalui budaya, IICF 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari Group Dance Competition, Solo Dance Competition, International Beach Parade Competition, hingga lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak.
Rangkaian kompetisi diawali dengan Group Dance Competition pada 12 September 2026 yang diikuti 84 peserta dari dalam dan luar negeri.
Adapun pemenangnya yakni Sambara Geulis/Sanggar Gumintang sebagai Juara 1, Sekolah Kebangsaan Puncak Alam 2, Selangor Juara 2, dan Giwang Prada Juara 3. Sementara Harapan 1 diraih Dangiang Padjajaran Purwakarta, Harapan 2 Sibirzkie Uzori dari Rusia, dan Harapan 3 Yayasan Sanggar Kinang Putra.
Pada 13 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Solo Dance Competition yang diikuti 41 peserta. Juara 1 diraih Zaahira Syaikho Hermawan, Juara 2 Muhammad Fachri Al-Bukhori, dan Juara 3 Argyanti Jelang Ramadhantya.
Selain itu, International Beach Parade Competition diikuti 45 peserta dari dalam dan luar negeri. Sekar Kinanty Dancer Management meraih Juara 1, sedangkan Chandrama Kirana menjadi Juara 2.
Kompetisi parade budaya tersebut juga memberikan sejumlah penghargaan khusus, di antaranya Best Costume kepada Mongolia Entertainment Group, Most Exotic Traditional kepada Sanggar Seni Bungo Serangkai, Favorite Performance kepada Sibirzkie Uzori dari Rusia, serta penghargaan lainnya untuk aspek harmoni gerakan dan musik, kekompakan, ekspresi, kreativitas tari tradisional, hingga kemampuan menghibur.
Tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku seni, IICF 2026 juga melibatkan anak-anak melalui Lomba Menggambar dan Mewarnai dalam beberapa kategori usia.
Untuk kategori Mewarnai usia 3–6 tahun, Juara 1 diraih Muhammad Arqom Hasan, Juara 2 Najwa Hizwalul Maulida, dan Juara 3 Nayyara Qirani Fayshariji. Kategori usia 7–11 tahun menempatkan Aneila Putri Alicha sebagai Juara 1, Miguel Angelino Juara 2, dan Sabria Hanum Zalfansyah Juara 3.
Sementara kategori Menggambar usia 10–13 tahun dimenangkan Amelia Christine sebagai Juara 1, Rahma Nabila Zahrani Juara 2, dan Khanza Azzahra Juara 3.
Budaya sebagai Jembatan Persahabatan
Founder Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia), Vivi Sandra Putri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, delegasi internasional, komunitas budaya, seniman, pelajar, juri, mitra, sponsor, relawan, pemerintah, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan IICF 2026.
Menurut Vivi, IICF bukan sekadar festival, melainkan ruang pertemuan berbagai budaya melalui seni, tari, musik, tradisi, serta kreativitas generasi muda.
“Melalui seni, tari, musik, tradisi, kreativitas anak-anak, dan berbagai ekspresi budaya, kita membangun dialog, mempererat persahabatan, serta menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang dapat menyatukan kita,” ujar Vivi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemenang. Menurutnya, setiap peserta yang berani tampil dan berkontribusi merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberagaman budaya.
Vivi turut menyoroti terciptanya Rekor MURI melalui Semarak Jalo Jali Betawi sebagai salah satu momentum dalam rangkaian kegiatan. Pencapaian tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa budaya lokal memiliki ruang untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.
Triabella: IICF Harus Semakin Mendunia
Semangat serupa disampaikan Triabella CN Nasution, Duta Budaya sekaligus ICON Color of Indonesia, yang tahun ini telah memasuki tahun ketiga keterlibatannya dalam Indonesia International Culture Festival.
Triabella mengaku melihat perkembangan IICF dari tahun ke tahun dan merasa bangga dapat kembali terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan.
“Ini tahun ketiga saya mengikuti Indonesia International Culture Festival. Setiap tahun tentunya semakin berkembang, dan saya sebagai ICON Color of Indonesia sangat bangga bisa selalu terlibat dalam setiap rangkaian yang ada selama IICF,” ujar Triabella.
Ia berharap IICF dapat terus berkembang hingga semakin dikenal di tingkat internasional dan menjadi ruang pertemuan bagi seni serta budaya dari berbagai negara.
“Saya berharap IICF semakin mendunia dan bisa mengumpulkan seni dari berbagai negara,” katanya.
Bagi Triabella, perjumpaan melalui seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan keberagaman sekaligus membangun persahabatan lintas negara.
“Through Culture, we become one!” tegasnya
Melalui penyelenggaraan 5th IICF 2026, Color of Indonesia terus mendorong terciptanya ruang interaksi budaya yang melibatkan masyarakat, generasi muda, pelaku seni, dan komunitas internasional.
Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang apresiasi dan pertukaran budaya yang mempertemukan berbagai tradisi dalam satu panggung di Jakarta.








LEAVE A REPLY