Home Nasional Irjen Kemenag, Khairunas: Proses Pengawasan Jangan sampai Melukai Marwah Seseorang

Irjen Kemenag, Khairunas: Proses Pengawasan Jangan sampai Melukai Marwah Seseorang

Disampaikan dalam acara Halal bi Halal

89
0
SHARE
Irjen Kemenag, Khairunas:  Proses Pengawasan Jangan  sampai Melukai Marwah Seseorang

Keterangan Gambar : Inspektur Jenderal Kementerian Agama Khairunas (foto kmg)

Jakarta, pjminews.com-Inspektur Jenderal Kementerian Agama Khairunas meminta aparat pengawas untuk menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas. Menurutnya, pengawasan tidak semata-mata berorientasi pada temuan, tetapi harus mengedepankan pendekatan pencegahan melalui pendampingan.

“Pengawasan tidak hanya berbicara tentang menemukan kesalahan, tetapi bagaimana kita mencegah agar kesalahan itu tidak terjadi. Pendampingan adalah bagian penting dari upaya menjaga tata kelola yang baik,” tegas Irjen Khairunas dalam kegiatan Halalbihalal dan Pembinaan Pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, Inspektorat Jenderal memiliki posisi strategis dalam memastikan akuntabilitas kinerja Kementerian Agama. Karena itu, keseimbangan antara fungsi audit dan pembinaan harus terus diperkuat sebagai bagian dari early warning system dalam tata kelola pemerintahan.

Khairunas juga mengingatkan pentingnya menjaga objektivitas dan profesionalitas. Setiap proses pengawasan harus berbasis bukti yang kuat serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Jangan sampai proses pengawasan justru melukai marwah seseorang. Kita harus mampu menahan diri, bersikap objektif, dan bertindak secara profesional,” ujarnya.

Inspektorat Jenderal terus bertransformasi menuju pengawasan yang modern, adaptif, dan berdampak. Transformasi dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, tata kelola pengawasan, serta sistem yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Saat ini, Itjen didukung oleh 551 pegawai yang semakin profesional. Penguatan kualitas SDM dilakukan melalui pengembangan kompetensi, pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi, didukung lingkungan kerja yang terbuka, kolaboratif, dan berbasis digital.

Di bidang anggaran, meskipun terdapat efisiensi dan refocusing, kompleksitas pengawasan tetap menuntut optimalisasi yang lebih kuat. Untuk itu, Inspektorat Jenderal terus mendorong digitalisasi pengawasan melalui implementasi e-Audit guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan efektivitas.

“Integritas adalah fondasi, profesionalitas adalah keharusan, dan kebersamaan adalah kekuatan utama organisasi,” tegas Khairunas.

Kegiatan ini juga menghadirkan suasana reflektif melalui kehadiran para mantan Inspektur Jenderal dan purnabakti Itjen Kemenag. Salah satu perwakilan purnabakti, Slamet Riyanto, Inspektur Jenderal periode 2002 s.d. 2005, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi lintas generasi.

“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga kebersamaan dan menjadi ruang berbagi pengalaman. Keberhasilan organisasi dibangun dari kontribusi lintas generasi,” ungkapnya.

Ia juga membagikan pesan kunci kesuksesan, antara lain berbakti kepada orang tua, menjaga kedekatan dengan Tuhan, memperbanyak selawat, gemar bersedekah, serta bersabar dalam menjalani kehidupan dan tugas.

Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan tugas pengawasan yang menuntut integritas, ketulusan, dan keteguhan moral. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan pengawasan yang berintegritas, humanis, dan berdampak.***(pjmi/Il/kmg)