Jakarta, parahyangan-post.com- Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafi’iyah (FKIP - UIA) melakukan kunjungan ke MA Nurussaadah, Poltangan, Jakarta Selatan, Selasa 6 Juni 2025.
Maksud kunjungan memperdalam teori yang didapat di kampus dan melihat aplikasinya di lapangan.secara langsung.
“Ini merupakan tugas wajib yang diberikan dosen kami untuk mata kuliah Manajemen BK yang diampu oleh Ibu Ken Heryani Sulis M. Pd, atau Bunda Ken,” tutur, Aisha Firjatun Nasywa, salah seorang mahasiswa yang melakukan kunjungan.
BK merupakaan salah satu prodi favorit di kampus yang didirikan oleh ulama besar Betawi Alm. KH Abdullah Syafi’i. Berlokasi di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Rektornya saat ini Prof. Dr. Masduki Ahmad SH., MH., sedangkan Dekan FKIP DR. Misbah Fikrianto, MM., M.Pd., M.Si.
Menurut Aisha, seluruh mahasiswa angkatannya mendapat tugas lapangan ke sekolah-sekolah. Mereka dibagi per kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari dua orang.
“Emang agak berat sih, tapi tugas ini sangat menantang dan memberi pengalaman baru yang sangat bermanfaat,” tambah Aisha.
Sementara Kepala MA Nurussaadah Sulistianingsih, M.Pd., menyambut baik kedatangan mahasiswa UIA ke sekolahnya. Menurutnya, program ini sangat bagus sebagai sarana berbagi ilmu dan pengalaman.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa UIA mendapat penjelasan langsung dari guru BK, Oktarina S.Pd., mengenai praktek dan penerapan bimbingan dan konseling di sekolah itu. Menurut Oktarina, tidak ada masalah menonjol di sekolahnya.
"Paling-paling hanya soal kedisiplinan, terlambat masuk dan motivasi belajar yang memang harus ditingkatkan terus-menerus," tuturnya.
Di sisi lain, Kepala MA Sulistianingsih menyambut antusias tawaran FKIP UIA untuk menyelenggarakan workshop bertema “Pengenalan jurnalistik dasar dan pembuatan konten kreatif di media sosial.”
"Mungkin bisa dilaksanakan sekitar akhir Juli atau awal Agustus, menyesuaikan dengan jadwal dan agenda sekolah," tuturnya.
Dalam workshop ini akan menggandeng Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) yang sangat gencar memasyarakatkan “Jurnalisme Profetik (jurnalisme kenabian)”.***(pp/aboe)



444.png)





LEAVE A REPLY