Home Edukasi GIMANA CARANYA PESANTREN MUHAMMADIYAH BISA MANDIRI? INI JAWABAN KETUA LP2 PP MUHAMMADIYAH!!

GIMANA CARANYA PESANTREN MUHAMMADIYAH BISA MANDIRI? INI JAWABAN KETUA LP2 PP MUHAMMADIYAH!!

61
0
SHARE
GIMANA CARANYA PESANTREN MUHAMMADIYAH BISA MANDIRI? INI JAWABAN KETUA LP2 PP MUHAMMADIYAH!!

Keterangan Gambar : Sebanyak 100 Mudir Pesantren Muhammadiyah sebagai Peserta Pelatihan Manajemen Perubahan

PURWOKERTO, Banyumas - Parahyangan Post-Pertanyaan besar tentang kemandirian Pesantren Muhammadiyah akhirnya mendapat jawaban tuntas. Hal itu disampaikan langsung oleh Dr. KH. Maskuri, M.Ed, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Pelatihan Nasional Manajemen Perubahan bagi Mudir Pesantren Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 19–22 Agustus 2026.

Kegiatan yang digagas LP2 PP Muhammadiyah bersama LAZISMU dan UMP ini diikuti 100 Mudir Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia. Fokus utamanya: bagaimana pesantren tidak hanya kuat secara keilmuan, tapi juga mandiri secara kelembagaan dan ekonomi.

3 Pilar Kemandirian Pesantren: Peradaban, Pendidikan, Ekonomi

Menjawab tantangan "zaman now", KH. Maskuri menegaskan ada 3 arah besar yang harus dikejar pesantren ke depan. "Ke depan pesantren harus menjadi pusat peradaban, pusat pendidikan, dan pusat kemandirian ekonomi umat. Tiga pilar ini tidak bisa dipisahkan," tegasnya.

Menurutnya, kunci utamanya ada pada tata kelola. "Tata kelola yang terencana dan dijalankan secara baik akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan pesantren. Tanpa manajemen yang rapi, cita-cita kemandirian hanya akan jadi wacana," lanjutnya.

Harus Kolaboratif dan Berbasis Aksi

KH. Maskuri juga menekankan bahwa kemandirian tidak bisa dicapai sendiri. "Pengembangan pesantren perlu dilakukan secara kolaboratif, mulai dari persyarikatan, kepala sekolah-madrasah, musyrif, orang tua, hingga para santri. Semua harus bergerak bersama," ujarnya.

Hal ini sejalan dengan desain pelatihan yang digelar di UMP. Dr. Fal Arovah Windiani, M.H, Ketua Panitia menjelaskan, "Kami tidak ingin berhenti di teori. Para Mudir kami dorong memetakan problem dan peluang, lalu dibekali strategi menghadapi resistensi serta menyusun rencana perubahan yang langsung bisa diterapkan."

Dukungan UMP dan LAZISMU

Sebagai tuan rumah, Drs. H. Ikhsan Mujahid, M.Si, Wakil Rektor III UMP menyampaikan komitmen kampus untuk menguatkan SDM pesantren. "UMP berkomitmen mendukung pengembangan Pesantren Muhammadiyah. Peningkatan kualitas SDM menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi pesantren," ujarnya.

Sementara LAZISMU hadir memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren.

Respon Para Mudir

Para peserta menyambut baik arahan tersebut. 

Dr. KH. Habib Ghozali, S.H., M.Sy, Mudir MBS HAMKA Jeruklegi Cilacap mengatakan, "Tantangan pesantren hari ini bukan hanya soal santri dan kitab, tapi juga soal manajemen, ekonomi, dan jejaring."

Ustadz Mujahidin Aziz, S.Pd.I, Mudir PMTQ Darussalam Purbalingga menambahkan, "InsyaAllah ilmu yang kami dapat di sini akan kami terapkan untuk memajukan PMTQ Darussalam agar semakin berkemajuan dan bermanfaat bagi umat."

Untuk menguatkan pemahaman, peserta juga berkunjung ke Pesantren MBS Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok guna melihat langsung model integrasi pendidikan dan kemandirian ekonomi pesantren.

Dengan jawaban dan arahan dari Ketua LP2 PP Muhammadiyah ini, 100 Mudir diharapkan mampu membawa Pesantren Muhammadiyah bergerak menuju kemandirian yang nyata, bukan sekadar slogan. - (Tarqum Aziz, JurnalisMu).