Home Seni Budaya Dibuka dengan Memukul Rebana Secara Bersama-sama

Dibuka dengan Memukul Rebana Secara Bersama-sama

Hajatan Betawi 4 berlangsung meriah

265
0
SHARE
Dibuka dengan Memukul Rebana Secara Bersama-sama

Keterangan Gambar : Pembukaan Hajatan Betawi 4 dengan memukul rebana secara bersama-sama oleh sejumlah tokoh nasional (foto aboe)

Pondok Gede, pjminews.com-Luar biasa! Pesta rakyat ‘Hajatan Betawi 4’ memang pertunjukkan berkelas. Yang membikin heboh warga Jakarta dan sekitarnya. Masyarakat tumpah ruah, memadati kampus 2 Universitas Islam Assyafiiyah (UIA) Jatiwaringin-Pondok Gede untuk menyaksikan rangakaian kegiatan yang dikemas menarik.

Acara dimulai jam 08.30 wib, Sabtu 16/9. Diawali dengan letusan puluhan petasan yang memecah keriuhan. Membuat seluruh pengunjung kaget. Kemudian mereka berbondong ke arah asal suara letusan. Ternyata di situ sudah berdiri yang punya hajat. Prof. DR H. Dailami Firdaus SH, LLM, didampingi isteri.

Dikawal puluhan pendekar dan juga ondel-ondel. Tak ketinggalan pula suara musik khas Betawi yang riang, rombongan berjalan ke panggung utama. Pengunjung yang tadinya masih bersebaran di semua lokasi, kemudian berdesakaan ke pinggir jalan yang dilalui. Puluhan kameramen dari berbagai media pun berebutan mengambil gambar. Mereka seperti kesulitan mencari spot yang pas karena pengunjung berdesakan menutup jalur yang dilewati. Karena mereka pun ingin mengabadikan kegiatan menarik ini dengan hp-nya. Untuk mengabadikan momen penting ini konten sosial mereka.

Petugas pun terpaksa bekerja keras agar jalur yang dilewati tidak tertutup pengunjung yang begitu antusias. Sesekali tampak petugas mendorong ke diri dan ke kanan agar pengunjung yang berdesakakan itu memberi jalan..

Sekitar 10 meter sebelum mencapai panggung utama, rombongan Bang Dai (sapaan akrab Prof. Dailami) dihadang oleh ‘pasukan’ palang pintu berbaju merah. Terjadilah ‘cekcok’ yang panas. Awalnya dimulai dengan adu mulut (berbalas pantun). Tapi akhirnya diselesaikan secara adat. Yakni pertarungan ilmu silat.

Menegangkan!... Jika jagoan Bang Dai kalah maka rombongan tak bisa masuk. Mereka harus balik kanan dan acara bubar… Maka terjadilah pertarungan hidup mati antara tiga orang pengawal Bang Dai dengan pasukan palang pintu tersebut.

Pertarungan silat dengan jurus-jurus maut perguruan masing-masing berlangsung seru. Dan mencekam! Pertarungan tidak hanya dengan tangan kosong. Tetapi juga pakai golok. Wuis….tak kalah seru dengan film silat Cina yang ada di tv.

Alhasil tiga orang jagoan Bang Dai menang. Dengan demikian mereka berhasil melewati pasukan palang pintu. Rombongan kemudian berjalan jumawa menuju panggung utama, yang disertai tepukan meriah dari seluruh pengunjung yang sudah tidak sabar.

Di aula utama sudah menunggu sejumlah tokoh nasional untuk ikut menyaksikan Hajatan Betawi 4 yang spketakuler ini. Pesta yang –boleh jadi- paling meriah diantara sekian peristiwa budaya Betawi yang masih hidup sampai sekarang.

Di deretan kursi VIP tampak Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencanal (BNPB) Komjen Boy Rafli Amar, Tokoh Betawi yang dari angkatan (tentara) Mayjen TNI (Purn) Nahrowi Ramli, Rektor UIA Prof. DR. Masduki Ahmad MM., Ulama terkemuka Habib Ali Alhabsi, Ustad H. Rusdi Saleh, Komedian dan juga politisi Miing Bagito, Ketua Umum BKMT Dr. Hj. Syifa Fauzia dan sejumlah tokoh lain.

Hadirnya sejumlah tokoh nasional di Hajatan Betawi 4 ini menunjukkan gelaran yang digagas oleh senator DKI Prof Dailami Firdaus ini ‘berkelas’. Yang mampu merepresentasikan budaya Betawi. Merawat, menjaga dan mengangkatnya sekaligus. Sehingga budaya Betawi tetap langgeng. Menjadi landasan filosofi kehidupan warganya

Setelah memberi sambutan, Bang Dai kemudian meminta seluruh tahu kehormatan tersebut naik ke atas panggung utama untuk membuka secara bersama-sama. Sebelum dibuka –dengan memukul rebana- . Bang Dai meminta para sahabatnya ini memberikan sepatah dua kata sambutan (apresisasi).

Semua tokoh yang memberi sambutan memuji dan bangga dengan konsistensi Bang Dai dalam merawat budaya Betawi yang adiluhung. Maka tidak heran mereka mengharapkan Bang Dai kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau senator Daerah Pemilihan Jakarta.

Harapan tersebut disambut antusias oleh seluruh tamu undangan dengan tepuk tangan gemuruh. Mereka –sepertinya- juga mengharapkan demikian. Agar ada tokoh yang bisa menjadi panutan untuk menjaga, merawat dan melestarikan Budaya Betawi.

Sebagai info! Pada pemilu 2024 mendatang, Bang Dai tercatat di nomor urut 6 Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPD daerah pemilihan Jakarta.

Hajatan Betawi 4 berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu) 16/17 September. Pada hari kedua (penutupan) akan tampil sejumlah acara yang sangat menarik. Salah satunya  Lenong Paski. Uniknya lenong ini akan dimainkan oleh pelawak papan atas dan juga tokoh nasional***(lutan/pnc)